FORUM GROUP DISCUSSION

Pembukaan KKN sekaligus sharing hearing dengan warga desa klabetan tentang Program Kerja kelompok 61.

PEMBUATAN PRODUK BAHAN DASAR SINGKONG

Pembuatan Produk berbahan dasar singkong bersama ibu-ibu warga desa klabetan kecamatan sepulu.

BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK

Pembudidayaan tanaman hidroponik bersama warga desa klabetan kecamatan sepulu.

PELESTARIAN LOMBA TEMPO DOLOE

Kegiatan perlombaan bersama anak-anak desa klabetan kecamatan sepulu.

KENANG PISAH

Malam Pementasan dan hari terakhir KKN.

Wednesday, August 10, 2016

Foto Kegiatan - Kegiatan









Buku Desa






  




Kata pengantar
Assallamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiim,
Alhamdulillahirabbil ‘alaamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan hidayah-NYA sehingga kita selalu dalam keadaan sehat wal’afiat hingga mampu menyelesaikan segala amanah dan tanggungjawab yang dipercayakan pada kita. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa salam yang telah menuntun kita dengan segala syafaatnya sehingga bisa merasakan manisnya iman dan islam, serta indahnya pesona ilmu pengetahuan. Kurang lebih selama 26 hari kita telah mengabdikan diri di desa yang luar biasa mengagumkan dengan segala aspek dan kekayaannya, desa Kelabetan. Berbagai pengalaman setidaknya mampu mendewasakan wawasan bermasyarakat, dan mampu menyiapkan diri untuk berbaur dalam kehidupan bermasyarakat dikemudian hari. Desa Kelabetan dengan segala keindahannya telah memberikan banyak kenangan yang tidak mungkin kita lupakan. Yang telah memberikan pandangan bagi kita bagaimana cara menyelesaikan masalah dan menumbuhkembangkan potensi besar yang ada, yang mungkin masih terlelap dibalik buminya.
Ucapan terimakasih kami sampaikan, terlebih untuk Bapak H. Marsatu selaku kepala Desa Kelabetan yang telah memberikan izin dan memberikan kami kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang kami miliki di daerah pimpinannya. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak H. Marsatu dan keluarga, SDN Kelabetan 1, Masjid AR-ROHMAN, yang sentiasa memfasilitasi dan bersedia menjadi tempat persinggahan kami selama 26 hari ini. Kepala dusun Kelabetan, Bilarongan dan Bindeng yang senantiasa membantu kami dalam proses KKN tentunya dalam interaksi dengan masyarakat sekitar.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata sudah berakhir, namun tidak begitu dengan persaudaraan yang terjalin meski dalam waktu yang singkat. Terimakasih kepada semua anggota KKN semester Genap kelompok 61 (Dimas, Ryan, Alvia, Dewi, Ratna, Inabo, Astri, Septian, Fitri, Ainil, Izza,Enik, Eka, Wanda, Robbi, Jamal, Isol, Juhri, dan Jaka) yang senantiasa bertukar pikiran sehingga kita mampu bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang kita temukan. Semoga yang kita harapkan dan telah kita kerjakan bersama mampu membantu dan menyejahterakan daerah yang kita tempati bersama. Desa Kelabetan dengan potensi besarnya padi.
Sekian pengantar atas selesainya kegiatan dan buku desa ini, semoga bermanfaat bagi yang membaca, khususnya kita semua dan Desa Kelabetan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Desa Kelabetan, Kec. Sepulu, Kab. Bangkalan
.......Agustus 2016
KELOMPOK 61 KKN UTM







Sambutan Koordinator Desa

Assallamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan hidayah-NYA sehingga kita selalu dalam keadaan sehat wal’afiat hingga mampu menyelesaikan segala amanah dan tanggungjawab yang dipercayakan pada saya sebagai koordinator desa.
Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosullah SAW yang telah membawa kita dari jaman kegelapan ke jaman yang terang benderang.
Saya selaku koordinator desa mewakili teman-teman KKN 61 mengucapkan terimakasih kepada bapak H. Marsatu dan keluarga, seluruh warga desa Klabetan, dan SDN Klabetan 1 yang telah bekerjasama selama 26 hari ini.
Saya selaku koordinator desa mewakili KKN 61 mohon maaf apabila ada kesalahan yang kami perbuat selama tinggal di desa Klabetan.
Demikian sambutan dari saya, atas perhatiannya saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.














MONOGRAFI
Kalabetan dikenal dengan daerah yang terletak didekat pegunungan. Cuaca di daerah ini cukup dingin sehingga banyak masyaraktnya yang bekerja sebagai petani. Luas wilayah Desa Kalabetan kurang lebih memiliki 6.000 hektar tanah. Akses jalan menuju desa masih terbilang belum memungkinkan sebab, masih banyak terdapat akses jalan yang beraspal namun berlubang. Bahkan, terdapat beberapa jalan yang masih belum memadai. Seperti jalan yang becek, bebatuan yang terjal, akses jalan yang sempit, serta tidak adanya lampu jalan. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya akses menuju desa Kalabetan. Selain itu, terdapat kabel listrik yang menghalangi jalan sehingga, pengendara harus berhati-hati melewati jalan tersebut. Beberapa pengendara bahkan turun untuk melewati kabel. Hal ini juga menyulitkan truk-truk pengangkut barang, banyak diantaranya mengalami kecelakaan. Jalan yang sempit juga menyulitkan para pengendara mobil ketika mereka berhadapan. Terkadang salah satu mobil harus mengalah dan tidak jarang mobil tersebut harus memasuki rumah warga.
Wilayah Desa Klabetan yang luas mengakibatkan jarak antar rumah cukup berjauhan. Hal ini menyebabkan sulitnya komunikasi antar warga.  Meskipun demikian, hubungan kekeluargaan antar warga sangat erat. Hal ini dibuktikan dengan budaya “Bhubuen” (Nikahan) yang seluruh warganya menghadiri acara tersebut dan turut membantu agar acara berjalan optimal.
Hampir seluruh warga Desa Klabetan bekerja sebagai petani. Banyak diantara mereka memiliki sebidang sawah yang dikelola sendiri. Sawah tersebut ditanami padi, singkong, jagung, kacang, dan sayuran. Tetapi warga Desa Klabetan masih minim memiliki pengetahuan dibidang pertanian. Teknologi yang kurang memadai mengakibatkan pemikiran masyarakat yang masih bersifat tradisional. Beberapa persawahan milik warga yang ditanami sayuran hasil panen tersebut tidak memuaskan. Hal ini disebabkan oleh hama. Hal inilah yang melatarbelakangi kami untuk melakukan pelatihan tanaman hidroponik.
Hasil panen dari sawah tersebut biasanya hanya dikonsumsi sendiri oleh warga sehingga dalam pengolahannya masih dibutuhkan inovasi. Melalui hasil survey yang telah kami lakukan kami mnegingkan adanya inovasi tersebut sehingga hasil olahan bisa lebih bernilai. Bentuk inovasi tersebut adalah kerupuk SIBAD (Singkong Balado), kue SIP (Singkong Isi Pisang), dan PUBER Nangka (Puding Beras Nangka).
Desa Kalabetan memiliki tiga Dusun yaitu Dusun Betan, Bilarongan, dan Bindeng. Dusun Betan terletak disebelah utara, sedangkan Dusun Bindeng berada disebelah selatan, dan Dusun Bilarongan terletak di bagian tengah desa ini.
Pada bidang pendidikan masyarakat Desa Kalabetan mempunyai 3 Sekolah Dasar dan Yayasan. Banyak masyarakatnya tidak melanjutkan pendidikan hingga ke Sekolah Menengah, Sekolah Atas, atau bahkan ke perguruan tinggi. Setelah lulus di Sekolah Dasar banyak diantara mereka yang putus ekolah atau bahkan ada juga yang merantau ke luar pulau Madura umtuk mecari nafkah. Pekerjaan yang banyak ditemui di Desa ini adalah petani dan perantauan.


Sejarah Desa Klabetan
Dulu pada masa Kewedanan, dimana yang sekarang disebut Kecamatan Sepulu merupakan bagian dari Kabupaten Bangkalan.  Dulunya terdapat banyak desa di kecamatan sepulu, karena tidak diberlakukannya lagi kewedanan maka desa-desa di kecamatan sepulu ini di buat untuk meminimalisir atau memangkas jumlah desa yang ada di sebagian tempat(tidak disemua tempat kecamatan sepulu).
Pada saat itu ada 2 buah desa yang akan mewakili 1 nama desa di yang terletak sebelah pasar selatan yang berjarak kurang lebih 10 menit dari pasar sepulu. Kedua desa itu memiliki nama Desa “Betan” dan Desa “Lentok”.
Karena 2 desa yang bersebalahan ini akhir nya sepakat untuk memiliki 1 nama desa dengan diadanya pemilihan suara terbanyak dari warga yang sudah terdaftar didalam masing masing desa.
Setelah dilakukan pemungutan suara atau pemilihan, didapatkanlah pemenang yaitu dari desa lentok dengan suara terbanyak. Karena Desa Betan kalah maka desa itu dinamakan Desa “Kala” “Betan” yang memiliki arti kalahnya Desa Betan. Alasan mengapa dinamakan seperti itu, karena untuk menghargai sebagai pemenang Desa Lentok member nama pula kepada Desa Betan yang pada akhirnya dinamakanlah Desa Kalabetan untuk warga sekitar namun pemerintah menyebutnya Desa Klabetan.

Source : Pak Halili Kepala Dusun Bindeng(Tokoh Masyarakat)

Dusun Kalabetan
Dusun Kalabetan adalah wilayah paling utara desa Kalabetan kecamatan sepulu yang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan desa Sepulu. Dusun ini dipimpin oleh kepala dusun (apel) yang bernama bapak Maidi pekerjaan sehari-hari beliau adalah petani, beliau adalah petani musiman. Artinya tanaman yang ditanam oleh beliau mengikuti musim tanaman yang sesuai dengan keadaan dusun betan. Gambaran secara luas terkait dusun betan akan dijabarkan melalui penjelasan dibawah ini:
a.       Sosial budaya
keadaan soaial masyarakat di dusun ini sudah dikaakan bagus, hal ini diketahui dari keadaan masyarakat yang sudah terbuka dengan dunia luar dan masyarakat juga tidak buta dengan teknologi. Interaksi yang dilakukan menjadi mudah ketika masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi.
b.      Pendidikan
Pendidikan di dusun kalabetan masih ternilai rendah, karena murid kelas tiga pun masih banyak yang gak bisa baca dan nulis. Di dusun ini tidak ada TK, mungkin itu penyebab rendahnya pendidikan di dusun kalabetan. Kemudian untuk bisa skolah SD ada penargetan umur, yaitu minimal berumur 6 tahun.
c.       Ekonomi
Kondisi ekonomi menggambarkan bagaimana keadaan atau kondisi di suatu daerah yaitu keadaan masyarakat yang mampu maupun kurang mampu. Kondisi ekonomi ini dapat dilihat dari kondisi geografis yang ada di wilayah tersebut. Di dusun Kalabetan terdapat sawah dan lahan pertanian yang merupakan penopang perekonomian masyarakat dusun Kalabetan. Terkait dengan kondisi ekonomi dapat dibagi menjadi dua poin yaitu :
·         Potensi yang dimiliki
Potensi yang dimiliki dusun ini adalah persawahan, pada lahan persawahan ini ditanami padi, kacang tanah, dan jagung. Dari hasil-hasil tanaman tersebut kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat hanya mengkonsumsi hasil pertaniannya untuk dirinya sendiri dan tidak digunakan atau diolah agar menjadi barang yang bernilai ekonomis. Seperti jagung yang hanya dimasak kemudian dimakan, padahal jagung ini bisa diolah maupun bisa dijadikan jagung rebus untuk dijual dipasaran, tapi dalam hal lain disini masih banyak yang kurang dikerjakan oleh masyarakat seperti :
1.      Kurangnya kekreatifan dan rasa ingin tahu tentang pengolahan hasil-hasil pertanian agar dapat bernilai ekonomis
2.      Pemikiran masyarakat masih sangat tradisional
3.      Kurang memadahinya teknologi pertanian
Jika hal tersebut dimaksimalkan maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat di dusun Kalabetan yang nantinya bisa memajukan perekonomian di dusun tersebut.

·         Mata pencaharian
Masyarakat di dusun Kalabetan mayoritas adalah seorang petani. Dimana petaninya warga yang sudah dewasa dan lanjut usia, sedangkan untuk para remajanya biasanya merantau untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak, kemudian mereka pulang untuk menikah dan setahun dua tahun berangkat merantau lagi. Kebanyakan mereka merantau ke Malaysia.
4.         Infrastruktur
Di Dusun Kalabetan tidak ada jembatan, untuk jalan ternilai sudah cukup bagus daripada kedua dusun yaitu dusun Bilarongan dan Dusun Bindeng. Namun masih ada jalan ygh berlubang untuk memasuki rumah rumah warga yang sedikit jauh dari jalan umum. Kemudian untuk kondisi Sekolah Dasar (SD) masih banyak ruangan yang tanpa jendela dan 1 ruangan dijadikan dua kelas serta belum ada pengulitan gedung.


DUSUN BILARONGAN
Dusun Bilarongan merupakan salah satu dari tiga dusun yang ada di Desa Kalabetan Kecamatan Sepuluh. Di Desa Kalabetan ini terdapat penduduk sebanyak 2700 jiwa, dan di dusun ini terdapat kurang lebih terdapat 700 jiwa. Dusun Bilarongan dipimpin oleh seorang kepala dusun atau biasa disebut apel yang bernama Bapak Sadiman, bapak Sadiman bermatapencaharian sebagai seorang tukang bangunan.
1.      Sosial dan Budaya
Kondisi sosial budaya di dusun Bilarongan sudah cukup bagus. Dapat dilihat dari kegiatan masyarakat sehari-hari, gotong royong antar sesama warga, meskipun jarak antar rumah mereka jauh. Bagi masyarakat jarak bukannlah halangan untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi. Dan juga hamparan sawah yang begitu luas dan bukit-bukit yang membuat dusun itu terlihat lebih bagus. Ini beberapa gambaran kegiatan di dusun Bilarongan :
  DSCN1314.JPG   DSCN1316.JPG
Dapat dilihat dari gambaran diatas bahwa di dusun Bilarongan masih terdapat hamparan sawah dan lahannya yang masih begitu luas. Masyarakat masih saling bergotong royong saat melakukan pekerjaannya. Disinilah proses interaksi antar sesama warga masih begitu baik dan begitu khas layaknya masyarakat di pedesaan. Bukan hanya itu, di dusun Bilarongan juga memiliki tradisi pernikahan yang masih tradisional seperti dikedua dusun lainnya. Dalam acara pernikahan warga saling membantu warga yang mempunyai hajat. Warga membantu dengan bantuan materiil maupun non materiil. Bantuan materiil biasanya berupa uang yang diberikan kepada orang yang mempunyai hajat, dan juga bantuan non materill yaitu dengan membantu dirumah orang atau warga yang mempunyai hajat membantu apapun yang dibutuhkan mulai dari membantu jalannya acara ataupun membantu membuat aneka kue yang akan dihidangkan kepada tamu.


2.      Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Karena dengan tingginya tingkat pendidikan maka akan meningatkan Sumber Daya Manusia pada daerah itu. Selain itu, pendidikan juga berperan untuk mencerdaskan masyarakat khususnya di dusun Bilarongan. Jika generasi penerus masyarakat dusun Bilarongan berilmu maka akan mencetak generasi berikutnya yang lebih baik, sehingga masyarakatnya beradab dan dapat memungkinkan menjadi masyarakat yang Madani. Pada dusun Bilarongan ini terdapat satu Sekolah Dasar (SD) yaitu SDN KALABETAN 1 siswa siswinya tidak hanya berasal dari Bilarongan melainkan dari berbagai dusun di desa Kalabetan.

3.      Ekonomi
Kondisi ekonomi menggambarkan bagaimana keadaan suatu masyarakat di suatu daerah yaitu keadaan masyarakat yang mampu maupun kurang mampu. Kondisi ekonomi ini dapat dilihat dari kondisi geografis yang ada di wilayah tersebut. Di dusun Bilarongan terdapat sawah, lahan pertanian, dan pohon jati yang merupakan penopang perekonomian masyarakat dusun Bilarongan. Terkait dengan kondisi ekonomi dapat dibagi menjadi dua poin yaitu :
·         Potensi yang dimiliki
Potensi yang dimiliki dusun ini adalah persawahan dan bukit, pada lahan persawahan ini ditanami padi, kacang tanah, jagung dan singkong dan bukit-bukitnya ditanami pohon jati. Dari hasil-hasil tanaman tersebut kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat hanya mengkonsumsi hasil pertaniannya untuk dirinya sendiri dan tidak digunakan atau diolah agar menjadi barang yang bernilai ekonomis. Seperti singkong yang hanya direbus oleh masyarakat dan dikonsumsi sendiri padahal dari singkong inilah dapat diolah dari berbagai macam makanan, krupuk dan kue-kue an yang dapat dijual, tapi dalam hal lain disini masih banyak yang kurang dikerjaka oleh masyarakat seperti :
-          Kurangnya sosialisasi tentang pengolahan hasil-hasil pertanian agar dapat bernilai ekonomis
-          Pemikiran masyarakat masih sangat tradisional
-          Kurang memadahinya teknologi pertanian
Jika hal tersebut dimaksimalkan maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

·         Mata pencaharian
Di Dusun Bilarongan masyarakat pada umumnya adalah seorang petani. Petani dilakukan oleh masrakat yang sudah dewasa bahkan lanjut usia, dan untuk para remajanya biasanya pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Tapi juga banyak sebagian besar orang-orang dewasa dan remaja juga yang pergi ke luar negeri untuk menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

4.      Infrastruktur
Infrastruktur juga merupakan salah satu faktor untuk kelancaran transportasi dan berinteraksi antar sesama masyarakat, oleh karena itu semakin baiknya infrastruktur akan memperbaik kelancaran perekonomian. Di Dusun Bilarongan infrastrukturnya sangat kurang memadai. Sebagian jalan yang ada di Dusun Bilarongan belum beraspal dan lebih banyak juga jalan yang masih sangat rusak. Di Dusun Bilarongan terdapat satu gedung Sekolah Dasar yaitu SDN Kalabetan 1. Gedung sekolah tersebut belum memadai, bahkan jalan menuju sekolah belum beraspal. Jika setelah hujan jalan menuju sekolah banjir dan becek.











DUSUN BINDENG

Dusun Bindeng adalah Dusun yang terletak disebelah selatan Desa Kalabetan Kecamatan Sepuluh dengan penduduk 252 jiwa, Dusun tersebut dipimpin oleh kepala apel atau kepala Dusun bernama Pak Halili. Pekerjaan sehari-hari Pak Halili adalah sebagai seorang petani, sesekali Pak Halili berdagang sapi di pasar untuk mencukupi kehidupannya. Maklum saja, pasar Sepuluh dikenal dengan pasar Sapinya yang tersohor. Oleh sebab itu, Pak Halili sering menjajakan sapinya dipasar ketika hari minggu. Meskipun jarak antara rumah dan pasar begitu jauh, tetapi dengan semangat Pak Halili berangkat dengan penuh keyakinan. Hal ini dibuktikan pula dengan kepemimpinannya, Pak Halili terus berusaha menjadi pemimpin yang terbaik. Diusianya yang mencapai 70 tahun beliau masih tetap semangat menjalani tugasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari keadaan di Dusun Bindeng dengan keadaan sebagai berikut:

1.      Sosial Budaya
Keadaaan sosial budaya di Dusun Bindeng terbilang bagus. Hal ini dibuktikan dengan jarak antar rumah yang berjauhan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling berinteraksi. Hamparan hutan jati menjadi ciri khas yang unik di Dusun Bindeng. Selain itu terdapat pula persawahan indah yang menyejukkan mata. Hal ini tidak menjadi pengahalang bagi merka untuk saling berkomunikasi.
 













Proses interaksi yang baik ini berakibat baik pada budaya yang dimiliki. Budaya khas yang dimiliki oleh Dusun Bindeng adalah perayaan pernikahan yang masih tradisional. Contohnya, dalam prosesi pernikahan sehari sebelum acar dimulai, tetangga dan teman dekat akan membantu orang yang mempunyai acara baik dari materiil dan non materiil. Bantuan materiil berupa uang yang diberikan kepada orang yang  punya hajat dengan sistem “bhubuen” sistem ini berlaku di masyarakat secara turun temurun dimana orang yang memberikan uang kepada yang punya acara pernikahan akan diberikan bantuan uang kembali oleh orang yang punya acara pernikahan sebelumnya baik dengan jumlah uang yang sama ataupun lebih besar. Bantuan non materiil berupa bantuan jasa untuk membantu jalannya acara agar berjalan dengan lancar. Kegiatan tersebut memberikan dampak yang positif sehingga proses interaksi antar warga akan terus berjalan optimal. 

2.      Pendidikan
Sektor ini menjadi sektor penting dalam perkembangan sebuah wilayah, dimanapun Dusun yang sedang mengalami perkembangan tetapi tidak diikuti dengan perkembangan pendidikan yang baik maka akan berdampak buruk dan menghambat proses perkembangan Dusun tersebut. Hal yang terjadi di Dusun Bindeng pada sektor pendidikan kurang tersedia. Hal ini dibuktikan tidak adanya SD, SMP, dan SMA di Dusun Bindeng. Banyak generasi muda yang harus bersekolah keluar Dusun untuk mendapatkan pendidikan formal. Sebagian besar para anak-anak melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren sehingga kurang memberikan perubahan dalam hal penambahan ilmu diluar konteks agama yang nantinya akan berimbas pada pola pikir anak-anak tersebut yang kurang berkembang. Banyak orang tua di Dusun Bindeng beranggapan bahwa pendidikan formal kurang memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan anaknya.
Pada jenjang perkuliahan hanya dua orang remaja yang melanjutkan pendidikan tersebut. Sebagian besar memilih bekerja atau merantau keluar negeri. Sementara generasi tua masih kurang pendidikan formal.

3.      Ekonomi
Keadaan ekonomi masyarakat Dusun Bindeng dapat diketahui dengan melihat keadaan geografis di Dusun tersebut. seperti banyaknya kebun jati dan hamparan sawah yang turut mendukung perekonomian masyarakat. Secara teoritis penjelasan terkait dengan keadaan ekonomi  tersebut dibagi menjadi dua, yaitu : potensi yang dimiliki dan mata pencaharian.
-          Potensi yang Dimiliki
Sawah yang dimiliki oleh warga rata-rata ditanami padi, jagung dan kacang tanah. Rata-rata hasil panen tersebut biasanya dikonsumsi sendiri oleh masyarakat sehingga kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan baik.
Tetapi yang menjadi kendala dalam potensi ini masyarakat adalah sebagai berikut :
a.         Masyarakat masih kebingungan cara mengolah hasil panen tersebut agar lebih bernilai;
b.        Kurang tersedianya tekhnologi di bidang pertanian;
c.         Pemikiran masyarakat yang masih bersifat tradisional;
d.        Kurangnya pelatihan-pelatihan dalam bidang pertanian.
Untuk mengatasi kendala tersebut kami menawarkan solusi yang diharapkan bisa di terima dan dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Solusi tersebut antara lain :
a.         Mengolah bahan pokok tersebut menjadi kue, kripik yang nantinya diharapkan masyarakat bisa menjualnya sehingga ada pemasukan;
b.        Pemberian tekhnologi sederhana seperti penanaman hidroponik;
c.         Mencoba memberikan arahan agar pemikiran masyarakat lebih terbuka;
d.        Memberikan pelatihan tatacara penanaman hidroponik.


P_20160730_133339
 






Selain dibidang pertanian Dusun Bindeng memiliki kebun jati yang cukup luas. Jati tersebut biasanya dijual ke luar daerah Sepulu dengan harga dan kualitas yang menjadi andalan. Di sisi lain potensi yang mendukung adalah bebatuan gunung, pasir, kayu jati, batu kapur untuk dijual sebagai bahan bangunan.

-          Mata Pencaharian
Sebagian besar masyarakat Dusun Bindeng bekerja sebagai petani. Sementara para remaja di Dusun Bindeng pergi keluar Dusun untuk mencari pekerjaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebagai pelengkap masyarakat berdagang di pasar, memberdayakan hasil-hasil alam.  Hal yang menjadi problema di Dusun Bindeng adalah kurangnya pemanfaatan Sumber Daya Alam yang optimal sehingga banyak masyarakatnya pergi untuk merantau. Mereka beranggapan bahwa dengan pergi merantau perekonomian mereka akan membaik. Dengan kejadian inilah banyak anak yang tinggal bersama nenek atau salah satu anggota keluarganya sedangkan yang lain pergi merantau.
                       






4.      Infrastruktur
Infrastruktur merupakan sarana penunjang dalam sebuah wilayah. Apabila infrastruktur tersedia dengan baik maka akses untuk menuju dusun tersebut juga akan baik. Tetapi yang terjadi di Dusun Bindeng masih terbilang belum layak. Hal ini dibuktikan tidak adanya puskesmas, pengamanan, serta sekolah umum Negeri. Di Dusun Bindeng hanya terdapat seorang bidan. Sedangkan Akses jalan menuju Dusun Bindeng beraspal tetapi masih terbilang belum layak. Seperti, jalan yang berlubang dan berbatu menuju Dusun tersebut. tetapi di Dusun ini terdapat satu mesjid sebagai sarana belajar anak-anak yang masih berusia Sekolah Dasar. Masjid ini terletak di pinggir jalan sehingga memudahkan masyarakat untuk beribadah.




 




































Ini Cerita Kami Semua

PengalamanQ
Alvia Novebriati
Seperti tidak bisa menerima kalau waktu KKN menyita libur semester hal ini sangat sulit untuk dilaksanakan. Tapi apa daya ini tuntutan yang harus dijalankan. Hari pertama berusaha beradaptasi untuk menyesuaikan kondisi. Waktu terus berjalan dengan fikiran yang masih ingin berlibur. Hal ini tidak menyurutkan semangat untuk terus berusaha. Entah kenapa pada suatu hari mempunyai fikiran kalau KKN ini menjadi liburan yang sangat menyenangkan. Selama 26 hari menjadi pengalaman yanng sangat menyenangkan. Mempunyai keluarga baru yang sangat baik dan selalu berbagi pengalaman.
Buat teman-teman ku terimakasih sudah mau berbagi pengalaman kalian semua memang LUAR BIASA. Susah senang kita lewati bersama tanpa ada rasa mdendam diantara kita. Aku akan selalu merindukan suasana bersama kalian. Setelah KKN aku berharap kita masih seperti saat KKN yang selalu menghibur disaat ada teman yanng lagi ada masalah.
Mendapatkan orang tua baru di tempat KKN disitulah kita merasakan seperti berada di rumah sendiri. Aku akan selalu menginngat akan jasa-jasanya yang telah menerima kita untuk tinggal di rumah beliau. Hati ini sangat sedih ketika kita haruis berpisah dengan orang tua angkat di tempat KKN. Tetesan air mata yang terus menetes saat harus berpisah.
Tak pernah membayangkan hal terindah seperti bersama kalian. Ternya selama ini aku salah berfikir tentang KKN. Setelah dijalani ternyata KKN itu sangat menyenangkan.
TENTANG KITA
Ainil Hayati

            Mendengar kata KKN merupakan hal yang sangat menakutkan bagi saya ketika pertama kali mendengarnya. Dimana saya harus kembali belajar beradaptasi dengan orang baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Namun, hal tersebut terasa berbeda setelah saya menjalaninya.
Jam berganti malam dan haripun terus berlalu. Lambat laun kami merasakan pertemanan yang sangat akrab kemudian menjadi sahabat dan akhirnya kami sangat erat bagaikan sebuah keluarga. Ya, keluarga baru dengan penuh semangat dan kekompakan yang sangat terjaga.
KKN kelompok 61 di tempatkan di Desa Klabetan Kecamatan Sepuluh Bangkalan. Pertama kali mendengar Desa tersebut sayapun bertanya-tanya tentang hal itu. Stigma negatif terus menghampiri. Namun, apa yang terjadi. Semua hal itu salah. Penyambutan yang apik diberikan kepada kami selaku tamu baru di Desa tersebut.
Banyak kesan-kesan yang saya dapatkan selama 26 hari disana. Kesan yang mungkin jarang didapatkan orang lain. Disini saya merasa bangga dengan apa yang sudah saya lakukan dan mudah-mudahan semuanya bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Terimakasih kepada bapak H.Roni dan keluarga yang telah menerima kami sebagai keluarga baru. Penyambutan yang akrab membuat saya dan teman-teman merasa nyaman. Hal ini dibuktikan dengan keakraban mereka terhadap kami, menemani kami masak, bahkan tekjadang kami sering bercerita dan bercanda bersama. 
Tidak hanya itu saja penyambutan warga di Desa Klabetan sangat antusias terhadapa kami. Setiap kami melakukan penyuluhan, pelatihan dan lain sebagainya mereka datang dengan penuh semngat meskipun jarak yang harus mereka tempuh cukup jauh. Hal inilah yang membuat saya tidak melupakan kenangan ini.
Selama satu minggu saya bersama anggota KKN mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang berada di Desa Klabetan tepatnya di SDN Klabetan 1. Kenangan selama mengajar menjadikan saya menjadi pribadi yang lebih sabar dalam menghadapi anak-anak seusia mereka. kemudian tidak lupa kepada ibu Ike selaku kepala sekolah SDN Klabetan 1 yang telah menerima kami dengan baik. Memberikan kami suguhan yang berbeda sehingga pelajarn hidup kami dapatkan disini. Terimkasih pula kepada guru-guru di SDN ini yang telah memberikan dorongan bagi kami untuk mengajar dengan kepercayaan diri yang terjaga. Serta murid-murid yang akan saya kenang.
Alhamdulillah program kerja yang kami laksanakan di Desa ini berjalan dengan baik. Hal ini di dorong dengan adanya masyarakat yang menerima dan mendorong kami sehingga program ini terlaksana dengan baik.
Itulah kesan-kesan saya selama berada di Desa Klabetan yang akan saya ingat sampai kapanpun dan menjadikan saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan dengan adanya KKN di Desa Klabetan program kerja yang kami kenalkan pada mereka tetap bisa dilaksanakan meskipun kita harus berpisah. Semangat saling mendukung dan keakraban semoga tetap terjaga diantara mereka. serta anak-anak yang berada di Desa tersbut menjadi anak yang tidak putus sekolah terus menjalani hidup sehingga cita-citanya bisa tercapai dan menjadi pribadi yang sukses untuk kedepannya.
Bagi anggota kelompok KKN 61 mudah-mudahan persaudaraan kita tidak hanya terputus disini saja. Namun, tetap terjalin erat seperti indahnya mentari di pagi hari.




Kesan-kesan di Desa Kalabetan
Septia Fifinda Putri

Hal pertama yang ingin saya sampaikan ketika pelaksanaan KKN ini telah saya jalani adalah ucapan syukur karena seluruh program kerja dapat terlaksana dengan cukup baik. Tidak hanya bermodalkan pengetahuan akademik yang saya dapatkan di bangku perkuliahan yang diterapkan disini, namun juga pengetahuan-pengetahuan hidup kita sehari-hari.
Menurut saya pelaksanaan KKN ini sangat berkesan membuat saya belajar banyak hal yakni kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan, dan solidaritas, bagaimana bekerja dalam tim serta belajar bertanggung jawab dalam suatu hal.
Dengan adanya KKN saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Teman-teman yang selalu membimbing saya kearah lebih baik, teman yang selalu menegur saya ketika saya salah dan teman yang selalu menghibur saya ketika sedih. Dan disini saya dapat belajar bagaimana saatnya saya menjadi anak kecil, saatnya menjadi remaja dan ada saatnya saya harus belajar menjadi orang dewasa. Desa Kalabetan merupakan desa yang hebat bagi saya, antusias masyarakat sangatlah besar apalagi anak-anak sekolah yang sangat bersemangat untuk menggali ilmu, meskipun ilmu saya sedikit tapi dengan meyampaikannya pada anak desa kalabetan saya merasa sangat senang karena saya baru merasakan indahnya mengabdi.
Selama KKN saya merasakan ada di tengah-tengah keluarga dimana itu adalah keluarga yang baru. Perbedaan dimana masing-masing individu ingin terlihat menonjol dapat terhapuskan dengan kebersamaan yang tak kunjung usai hingga KKN ini berakhir. Pengalaman baru dengan lingkungan dan manusia serta cuaca yang berbeda menjadikan saya mengerti akan kehidupan yang dialami orang diluar keluarga saya yang sebenarnya.
Banyak anak-anak kecil yang hebat dengan cita-cita yang luar biasa ada di sekitar lingkungan tempat kami bermukim yakni di Desa Kalabetan. Keramahan dari warga sekitar lokasi membuat saya dan teman-teman yang lain merasa nyaman. Mereka membuat kami seakan-akan bagian dari mereka. Kedekatan kami pun dengan anak-anak disekitar lingkungan membuat kami dan mereka cukup merasakan kesedihan ketika KKN telah usai. Waktu terasa sangat berarti di minggu-minggu terakhir saat KKN usai.



Sebuah Keluarga Sebuah Cerita
Jaka Setiawan

       Selama KKN banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya, dimana dalam KKN kita belajar sabar, giat, bekerja keras, dan kompak. Dalam hari pertama kita saling mengerti karakter atau watak antar sesama. Sehingga sangat memerlukan kesabaran yang ekstra untuk mengerti teman yang egois, pemalas, susah dibilangin, dan lain-lain. Namun sangat disalutkan cepatnya proses kita beradaptasi. Dengan cepat kita bisa saling mengerti antar sesama. Kami disambut atau diterima baik oleh warga Kalabetan mulai dri anak-anak sampai yang dewasa terutama untuk tuan rumah. Dimana kami diberi pelayanan yang sangat baik.
       Dalam hal proker, alhamdulillah semua proker berjalan lancar. Hal tersebut tidak luput dari kekompakan dan kesolitan kami dalam hal bekerja sama. Meski ada sedikit kendala dalam pelatihan hidroponik yang ketiga atau yang terakhir dimana terdapat penundaan pelaksanaan pelatihan dikarenakan warga berhalangan hadir. Namun besoknya dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Kemudian dalam pembuatan papan nama desa yang terkendala cuaca karena hujan sehingga seringnya diadakannya penundaan pembuatan papan nama. Hal tersebut tidak membuat kami berputus asa sehingga pada akhirnya pemasangan papan nama desa dpat terlaksanakan.
       Dalam hal berkeluarga dalam artian berkeluarga baru dengan teman dan lingkungan, kita harus bisa memahami dan beradaptasi dengan keadaan. Harus ada kekompakan, kesolidan, dan kesabaran. Belajar dalam hal mengalah dan tidak beranggapan bahwa kita yang paling benar. Harus bisa menjaga sikap dimana kita tidak angkuh dan sombong.
Nurul Izzah
 Selama melakukan mata kuliah kkn, saya mempunyai kesan-kesan yang mungkin tidak pernah saya lupakan. Yang pertama kesan saya terhadap kelompok kkn 61 saya senang sekali dan beruntung sekali mendapatkan kelompok yang kompak dalam bekerja dalam melakukan aktifitas apapun, kekonyolan mereka-mereka, keasyikan kita dalam kkn ini, suka duka kami tempuh bersama selama 26 hari, untuk melupakannya pun sulit bagi saya. Merindukan ngumpul bersama saat rapat, mengeluarkan pendapat satu sama lain, bercanda bersama disela-sela mengerjakan proker kami. Intinya sulit untuk dideskripsikan mengenai kelompok kkn 61, miss kalian semua teman-teman.
Yang kedua kesan saya terhadap bapak kepala desa dan ibu kepala desa, mereka sangat dermawan dan sangatlah baik menerima dengan senang hati kelompok kami dirumahnya untuk tempat tinggal selama kkn 26 hari. Beliau-beliau juga akrab terhadap kami dengan setiap harinya ibu kepala desa menemani masak didapur, ikut berkumpul terkadang ikut bercanda bersama kami. Terima kasih kami ucapkan buat bapak-ibu kepala desa kalabetan yang telah menerima kami dengan baik.
Yang ketiga kesan saya terhadap warga desa kalabetan mereka sangat antusias dalam proker kami, mulai dari proker tanaman hidroponik, keripik singkong balado dan kue singkong isi pisang, permainan tempoe doloe, serta malam puncak kenang pisah. Terima kasih atas semua keantusiasan bapak-ibu warga desa kalabetan dan terima kasih sudah menerima kami dengan baik.
   Yang keempat dan yang terakhir kalinya kesan saya terhadap warga SDN Kalabetan 01. Terima kasih banyak untuk kepala sekolah dan dewan guru di SDN Kalabetan 01 sudah menerima kami untuk mengajar selama satu minggu di SDN Kalabetan 01 serta siswa-siswi yang sangat menerima kami, dan ikut serta mengikuti lomba permainan tempoe doloe. Semoga adik-adik di SDN Kalabetan menjadi generasi yang bermanfaat untuk Indonesia dan sukses buat kalian semua.
Itulah kesan-kesan saya selama 26 hari mengerjakan mata kuliah kkn sekian terima kasih.
Novalia Wanda Q.A
    Kel. KKN 61cukup kompak dalam kegiatan, saling mendukung satu sama lain, hari-haripun berlalu cukup terkesan dalam memory setiap masing2 anggota KKN. kenangan itu sangat indah sehingga membentuk keluarga baru. 
   Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu kita semua dijadikan sebuah pelajaran hidup. Yakni, kita hidup bersama sama dalam kultur yang berbeda. Sehingga hargailah pendapat orang lain ketika ada yang menyampaikan pendapat dn satu hal yg penting tetap jagalah sopan santun kita walapun dg teman sebaya kita sendiri.


Fitria Eka Octavia
Kesan : Kesan yang saya rasakan saat mengikuti KKN di desa kalabetan adalah di desa ini kami merasakan kebersamaan dengan para warga saat melaksanakan program kerja kami baik di balai maupun di dusun-dusun. Namun fasilitas di desa kalabetan sangatlah terbatas baik akses jalan yang rusak maupun lampu jalan yang sangat terbatas. Saat saya mengajar di SDN Kalabetan 1 saat itu saya mengajar di kelas 1 dan kelas 3 akan tetapi perkembangan mereka masih sangat kurang dan fasilitas juga terbatas.
Kesan untuk tuan rumah : Saya merasa berterima kasih atas fasilitas dan juga sambutan yang sangat baik bagi kami. Tuan rumah menganggap kami sudah seperti keluarga sendiri.
Pesan : Pesan yang bisa saya sampaikan adalah saya berharap para perangkat desa di desa kalabetan bisa bekerja sama secara optimal untuk membangun desa kalabetan menjadi lebih baik lagi .
Dimas Ardi Nugraha
            Semuanya berjalan dengan lancar Alhamdulillah tanpa kendala untuk kelompok KKN 61 Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2106, Semoga semua ilmu yang kita bagikan pada masyarakat Desa Klabetan bermanfaat. Semoga juga silaturahmi antara kelompok 61 dan juga warga tidak berhenti disini. Semua yang dilakukan sangat berkesan dimulai dari Kegiatan Program Kerja, Bersilaturahmi dengan warga, Membersihkan masjid, berbaur dengan warga, mengabdikan diri di sekolah dasar, bercanda gurau dengan warga maupun dengan kelompok sendiri. Semoga tali silaturahim ini tidak putus untuk kita semua. KALIAN SEMUA LUAR BIASA. Terima kasih sudah bersama-sama selama proses Kuliah Kerja Nyata baik di pre , live maupun pasca. Mohon dimaklumi dan dimaafkan serta saya maafkan apabila saya atau teman-teman memiliki kesalahan. Semoga kita semua sehat selalu dibawah lindunganNYA dan sukses Selalu. KALIAN TERBAIK KAWAN !!!!

Ratna Yuniarti
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sebenarnya bukan hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, berbaur dengan mereka, dan penyuluhan dimana mana. Kuliah Kerja Nyata tidak akan berarti jika dalam kelompok KKN nya tidak solid. Kelompok 61 merupakan keluarga baru, mereka tidak berpura pura dalam sgala hal. Kelompok KKN 61 kami memang bukan kelompok KKN yang terlihat waw di halayak. Tapi kami yakin kelompok KKN kami memiliki nilai kekeluargaan yang tinggi.
Kami tidak hanya sibuk menjalankan program program kerja yang kami persiapkan dari kampus, di Desa Klabetan ini kami juga mencoba membimbing adik adik SD Klabetan. Mereka yang belum terlalu tercemar dengan gadged, itulah uniknya mereka. Mereka masih cukup polos. Demikian dengan warga warganya, mereka selalu ingin tahu. Dapat dibuktikan dari semua program program kerja yang kami kenalkan, mereka sangat antusias. Lalu alasan apa yang tidak cukup untuk membuat kelompok kami bahagia?
Semua warga yang ramah, lingkungan yang asri, dan utamanya keluarga KKN 61 yang sangat solid dalam hal apapun. Jangan pernah lupakan kenangan kami, keluarga KKN 61 Klabetan Sepulu Bangkalan. Semoga kita bisa sukses dan wisuda bersama. Aamiin
Akhmad Faisol
Syukur alhamdulillah saya ucapkan, karena semua program kerja berjalan dengan lancar, dimana semua kegiatan yang dilaksanakan di ikuti dengan antusias warga desa kalabetan, mulai dari anak-anak sampai dewasa. dan tak lupa saya ucapakan terima kasih kepada kepala desa kalabetan "H. Marsatu", sekdes kalabetan "H. Roni Wijaya" dan warga-warga desa kalabetan yang telah menerima kami di desa kalabetan, dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang kami lakukan selama di desa kalabetan.
Terima kasih juga buat teman-teman KKN 61, solidaritas kalian yang buat kita kompak, sehingga semua kegiatan (program kerja) berjalan dengan lancar. kekompakan kalian ini menjadikan proker menjadi semaksimal mungkin, mungkin dari sinilah saya menemukan arti sebuah kekompakan. pengalaman seperti yang tak akan pernah terlupakan bersama kalian teman KKN 61, apalagi saat bercanda, marah, sedih, semua suka duka bersama kalian, ini yang membuat kita kangen.
Enik Sujiati
Desa Kalabetan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan
            Kesan dari kegiatan KKN di desa Kalabetan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan yang saya peroleh dimana awalnya saya sulit beradaptasi dengan teman-teman baru tetapi dari teman-teman baru pada kegiatan KKN saya mendapatkan lebih banyak pengalaman dari program-program kerja di masyarakat dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Program kerja pertama yaitu sosialisasi masyarakat terhadap program kerja yang akan dilaksanakan memberikan saya pengalaman dimana pentingnya kerjasam kelompok untuk bisa menjalankan program kerja tersebut.
            Program kerja kedua yaitu pembuatan produk dari bahan singkong memberikan saya pengalaman dari pembuatan krupuk singkong balado dan kue singkong yang awalnya saya tidak bisa memasak dan saya bisa memasak dengan bantuan teman-teman KKN. Kegiatan tambahan program kerja yaitu bersih-bersih desa, pembuatan papan nama desa dan mengajar di SDN Kalabetan 1 dijalankan bersamaan dengan program kerja tanaman Hidroponik yang masih menunggu tumbuhnya bibit sayur kangkung dan sawi. Program tambahan tersebut untuk memenuhi permintaan dari warga-warga desa.
            Program kerja pelatihan tanaman hidroponik memberikan pengalaman kesabarab saya dalam mengajari warga membuat tanaman  hidroponik. Warga desa Kalabetan rata-rata belum mengenal tanaman hidroponik dan warga sangat antusias terhadap pelatihan membuat tanaman hidroponik. Program kerja lomba tempoe doeloe memberikan pengalaman saya menjadi sie acara, dimana sie acara tersebut sangat berpengaruh terhadap jalannya acara lomba tempoe doeloe. Lomba-lomba tersebut disambut antusias oleh masyarakat desa Kalabetan terutama anak-anak yang mengikuti lomba-lomba tersebut.
            Program kerja selanjutnya acara pisah kenang dimana acara tersebut memberikan saya dalam kegiatan kesekertariatan. Namun, tidak hanya pengalaman menjadi sekertariatan saja namun saya ikut bergabung membantu sie-sie kegiatan lainnya. Kegiatan KKN yang saya jalani selama ini membutuhkan kerjasama anggota kelompok dan dari kerjasama tersebut program-program kerja yang direncanakan berjalan semua.


Robbiatun
Kesan
Pertama saya ucapkan rasa syukur karena semua program kerja dapat terlaksana dengan cukup baik. Tidak hanya bermodalkan pengetahuan akademik yang saya dapatkan dibangku prkuliahan yang diterapkan disini, namun jga pengetahuan-pengetahuan hidup kita sehari-sehari.
Menurut saya pelaksanaan kkn ini sangat berkesan membuat saya belajar banyak hal yakni kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan dan solidaritas dri kelompok kkn 61. Selama kkn saya merasakan ada ditengah-tengah keluarga yg baru. Perbedaan dimana masing-masing individu ingin terlihat menonjol dapat terhapuskan dengan kebersamaan yg tak kunjung usai hingga kkn ini berahir.

Pesan
Jangan pernah lupakan perjuangan kita dalam mengabdi kepada desa kalabetan. Jangan pernah lupakan akan kenangan di kelompok kkn 61 kenangan manis, maupun kenangan pahit. Harapan kami kepada desa kalabetan ini tetap menjaga budaya, persaudaraan, tetap bersemangat untuk membangun desa kalabetan dan tetap mengenang kami meskipun kami disini hanya dalam waktu singkat.
Astri Sri Rohmawati
Kesan dan Pesan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata kelompok 61 di desa Kalabetan.
Desa Kalabetan kecamatan Sepuluh merupakan tempat Kuliah Kerja Nyata untuk kelompok kami. Bagi saya kesan di desa Kalabetan merupakan hal yang menyenangkan, disinilah saya benar-benar merasakan artinya pengabdian kepada masyarakat. Mengerti kehidupan dipelosok desa dan berbaur bersama masyarakat desa. Ini juga merupakan pengalaman yang mengajarkan saya bisa beradaptasi disemua tempat tidak hanya dilingkungan kampus.
Di desa inilah juga saya merasakan  terjun langsung mengajar di sebuah Sekolah Dasar yaitu SDN Kalabetan 1. Mungkin bagi teman-teman yang lain yang khususnya jurusan pendidikan adalah pekerjaan yang akan mereka lakukan nantinya, namun bagi saya yang seorang mahasiswa ekonomi adalah hal yang baru yang bukan merupakan bidang saya untuk mengajar. Saat saya merasakan bagaimana terjun untuk menjadi guru adalah pengalaman yang menyenangkan dan diterima dengan baik oleh para warga SDN Kalabetan 1.  Kebetulan di SD saya mengajar kelas 1, mengajar kelas 1 juga kesan yang sangat menyenangkan bersama anak-anak kecil yang masih polos, dan juga butuh ketelatenan untuk mengajar yang tidak semuanya bisa menulis dan membaca juga kenakalan-kenakalan mereka. Bagi saya ketelatenan itu bukan hal yang mudah karena saya tidak begitu mempunyai kesabaran menjadi seorang guru. Lewat inilah saya mengerti dan memahami begitu berat dan mulianya tugas guru, hati saya merasa senang dan bangga bias memerankan tugas seorang guru meski saya seoarang mahasiswa ekonomi yang nantinya saya bukan menjadi seorang guru. Tidak hanya pengalaman mengajar melainkan banyak lagi hal yang menjadi pengalaman yaitu bisa berbagi ilmu kepada masyarakat desa yang kurang mengetahui tentang pengolahan hasil alam yang dapat bernilai tinggi. Begitu senangnya bagi saya saat masyarakat dan melihat begitu antusiasnya untuk bisa berkembang maju dan ilmu kami juga dapat tersalur kepada masyarakat.
Selain kesan yang begitu menyenangkan dan penuh pengalaman baru juga ada pesan untuk keluarga KKN 61 semoga ilmu teman-teman KKN 61 yang diterapkan kepada masyarakat desa Kalabetan bisa bermanfaat. Kita dari jurusan yang berbeda, sikap, sifat yang berbeda tapi bisa disatukan seperti keluarga. Semoga untuk teman-teman KKN 61 bisa selalu kompak meskipun sudah tidak KKN lagi. Semoga tali persaudaraan dan kekeluargaan kita selalu terjaga. Bagiku kalian adalah keluaga KKN 61.

Moh juhri
Kuliah Kerja Nyata didesa kalabetan mengajarkan saya banyak hal, dengan 20 anggota (mahaiswa/i) KKN yang memiliki karakter yang berbeda dari setiap individu namun semangat kemauan dan semangat kebersamaan teman-teman untuk mencapai satu tujuan tidak pernah surut dan yang paling mengesankan bagi saya adalah teman-teman mahasiswa/i membentuk beberapa kelompok tapi pada saat kegiatan atau pelaksanaan proker, kelompok KKN 61 selalu kompak karena kita merasanakan kenyamanan dalam kebersamaan dan kekompakan dikeluarga baru kami.
Dewi Yuliani
Kuliah Kerja Nyata dengan kelompok 61 dengan beranggotakan 20 orang membuat saya banyak menemikan pelajaran hidp, dimana saya bisa mengenal karakteristik teman-teman saya yang berbeda-beda dan saling berbagi antar sesama. Kenangan yang sangat berkesan dan tak bisa diuangkapkan dengan kata-kata apapun. Rasa kekeluargaan yang sangat kental membuat saya seakan tidak enggan untuk berbagi keluh kesah bersama mereka. Kesederhanaan yang begitu terlihat membuat saya sangat bersyukur, karena dengan kesederhanaan yang diperlihatkan oleh teman-teman seakan menjadi mewah bila di rasakan bersama. Tak terasa 26 hari yang kita jalani bersama dengan suka dan duka seakan tak ingin cepat berlalu begitu saja. Keluarga baru yang memberiku banyak kenangna dan memberikan banyak pembelajaran untuk kedepannya.


Rahmatin Inayatin
Kesan dan Pesan
Hanya rasa syukur yang bisa saya ucapkan karena semua proker bisa dilaksanakan meskipun masih ada hambatan yang menentang kelompok 61, namun dengan fikiran dan tenaga yang bersatu kita dapat melewatinya dengan lancar. Dengan adanya KKN saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Disini saya bisa belajar bagaimana saatnya saya menjadi anak kecil, remaja bahkan saya harus belajar menjadi orang dewasa.
Diawal KKn saya menangis karena saya takut karena berkumpul dengan orang-orang baru, Karena pada dasarnya saya tidak mudah berinteraksi dengan orang lain. Namun pada akhir pertemuan saya menagis karena takut kehilangan teman-teman, dan berat rasanya melangkahkan kaki saya untuk meninggalkan desa yang damai ini, namun apalah daya kami disini hanyalah sebatas KKN.
Pesan                                  
Aku berharap rasa kekeluargaan yang telah terbina dalam waktu singkat tetap terjalin dengan baik sampai kapanpun. Jangan pernah lupakan kenangan di kelompok 61. Mohon maaf untuk semuanya, maaf untuk teman-teman kelompok KKn 61 jika selama KKN saya banyak salah baik disengaja maupun tidak dan melalui perkataan maupun perbuatan.
Fitri Zulianti
Pesan dan Kesan
            Desa Keabetan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Pada suatu hari saya mengajar di SDN 1 Kelabetan. Kesan pertama saat berada di sekolah tersebut sangatlah senang. Karena kita diterima dengan baik oleh para Guru dan siswa di sekolah tersebut. Ternyata siswa SD sangatlah berbeda dengan siswa SMP. Hari pertama ngajar di sekolah tersebut sayua merasa gugup, karena yang biasa dihadapi adalah anak SMP tapi pada saat itu saya menghadapi anak SD yang super manja, dan suka cari perhatian. Akan tetapi, pada saat hari terakhir kita mengajar di sekolah tersebut sangatlah sedih, karena kita akan berpisah dengan siswa di sekolah tersebut.
            Kesan ketika kita tinggal di Desa Kelabetan sangatlah menyenangkan, menegangkan, manakutkan. Ketika malam mulai datang jalanan di desa tersebut sangatlah sepi. Ketika ingin keluar malam harus lebih dari dua orang. Ketika kita ingin belanja untuk keperluan sehari-hari harus ke pasar yang jaraknya sekitar 8 km dari posdaya.
            Kesan untuk kelompok 61 sangatlah menyenangkan, persepsi pada saat pertama ketemu kelompok 61 ternyata salah. Persepsi awal dari anak yang keliatan manis manis ternyata salah. Mulai dari minggu pertama hingga minggu ketiga kita mengenal berbagai karakter dari kelompok 61. Mulai dari yang cerewet, baik, bijak, ngalem, jail, alay  sampai yang humoris. Untuk semua anggota kelompok 6,  fitri meminta maaf jika ada salah selama 26 hari bersama, dan pesan dari saya jangan lupakan fitri ya J
Ryan Andriansyah Saputra
Kesan
            Mungkin dari semua kegiatan perkuliahan selama 6 semester di universitas trunojoyo madura kegiatan KKN adalah kegiatan yang sangat paling berkesan bagi saya karena di KKN ini kita belajar bagaimana untuk bekerja sama dalam satu kelompok dimana dalam satu kelompok itu terdapat berbagai macam sifat dan karakter yang belum diketahui. Dengan kegiatan KKN ini saya belajar bagaimana untuk bekerja sama dengan bermacam orang , bermacam sifat dan bermacam karakter. Saya sangat bersyukur berada di kelompok 61 karena di kelompok ini saya mendapatkan teman-teman baru dari berbagai jurusan serta dengan berbagai pengalaman. Saya sangat seanang saat berdiskusi dan berinteraksi dengan mereka karena saat berdiskusi dan berinterkasi dengan wmereka  kita dapat berbagi pemikiran serta berbagi pengalaman dan itulah yang membuat kita akrab dan semakin dekat layaknya keluarga . Saya juga sangat bersyukur mendapat tempat KKN di Desa Kalabetan Kecamatan Sepulu Bangkalan, karena masyarakat serta perangkat desa di sana sangat baik dan ramah serta menerima kami dengan baik serta mendukung kami dengan sekuat tenaga dalam melaksanakan proker yang kami rencanakan. Saya sanagat berterimakasih karena kami telah diberikan tempat tinggal yang nyaman dan aman.
            Saya berharap semua kegiatan proker yang kami laksanakan dapat bermanfaat dan berkenan di masyarakat serta dapat diterapkan langsung dan berkelanjutan, Amin.
Pesan
            Saya berharap semua anggota KKN kelompok 61 dapat terus menjalankan silaturahim satu sama lain serta dapat terus bersilaturahim kepada masyarakat serta perangkat desa Desa Kalabetan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Saya pribadi meminta maaf yang sebesar besarnya  atas salah yang saya lakukan kepada seluruh anggota kelompok KKN 61 serta kepada masyarakat serta perangkat desa.

Jamaluddin
Kesan:  dari kkn ini saya mendapat bnyak pelajaran yg tidak saya dapatkan sebelumnya. Bagaimana membangun hubungan sosial yg baik dengan masyarakat,  menjaga tali silahturahmi dengan masyarakat, berbagi ilmu dengan masyarakat sehingga bisa membantu dalam kehidupannya mereka meski bukan hal yg mewah. Selain itu tinggal bersama 19 teman baru membuat proses kkn jdi lbih menyenangkan sehingga proker yg kmi adakan brjalan lancar dengan adanya dukungan dari tmen" kkn. Tetep semangat kkn 61 utm.
Septian Ikawati
Kuliah kerja nyata di desa kalabetan kecamatan sepulu  bersama dengan kelompok 61 dengan anggota 20 orang membuat pelajaran hidup saya yang sangat berharga karena kebersamaan kita semua menjadikan kita bisa mandiri dan kompak,  dengan kekompakkan anak-anak kelompok 61 serta warga-warga sekitar yang begitu baik dan begitu ramah tamah. Menurut saya kuliah kerja nyata ini menjadikan keluarga yang baru walaupun ada perbedaan kultur dan  budaya. Tetapi dengan kekompakkan kita semua menjadikan kita semua menjadi kompak dan selalu bersama  dalam mengerjakan suatu hal. Pesan dan kesan yang bisa saya ambil dari kuliah kerja nyata (KKN) kemarin adalah saling berbagi dan saling kompak antar sesama kelompok dan mengajarkan kita bisa mandiri